fbpx Skip to main content

Perbedaan Antara Post Dan Page Pada WordPress

Bagi Anda seorang pengguna WordPress pemula yang baru memulai menulis blog/website menggunakan CMS WordPress pastinya akan melihat menu pilihan Post dan Pages ketika ingin menulis sebuah artikel, sekilas keduanya memang terlihat sama saja antara post dan pages, karena keduanya digunakan untuk menulis artikel.

Secara default, WordPress hadir dengan dua jenis, posting dan page atau halaman konten. Sebagai WordPress pemula, Anda pasti bertanya-tanya apa perbedaan antara keduanya ? Dari segi tampilan memiliki bidang dan tampilan yang sama di dashboard. Keduanya terlihat sama pada situs web. Pertanyaan yang sering muncul, Mengapa saya membutuhkan keduanya ? Kapan saya harus menggunakan Posts ? Kapan saya harus menggunakan Page ? Pada kesempatan kali ini, theme.id akan menjelaskan perbedaan antara Post dan Page pada WordPress.

Mengenal jenis artikel/tulisan pada blog/website

Secara garis besar sebuah artikel pada website/blog dibedakan menjadi 2 yaitu :

Artikel Dinamis

Saat Anda membaca sebuah artikel di portal berita seperti kompas.com, detik.com dan yang sejenisnya maka Anda akan melihat banyak sekali postingan di hari itu, agar para pembaca lebih mudah dalam mengexplore content maka berita yang ditulis dimasukan kedalam kategori dan kata kunci (tags). Dan biasanya artikel berita tersebut dibuat dan diposting setiap hari dan secara otomatis artikel terbaru akan berada di halaman depan dengan sendirinya, artikel lama akan tertimpa dengan postingan-postingan baru. Artikel seperti inilah bisa disebut dengan artikel dinamis, karena artikel tersebut dikelompokan berdasar tanggal, kategori dan tags.

Artikel Statis

Jika disebuah website atau blog Anda melihat halaman kontak, profile, disclaimer, tentang kami, atau yang sejenisnya, halaman ini terlihat sangat istimewa karena berbeda dengan yang lainnya dimana halaman-halaman ini tidak masuk kategori ataupun tags yang seolah-olah halaman ini berdiri sendiri. Halaman-halaman tersebut tidak bisa dimasukan kedalam category ataupun tags karena halaman tersebut bersifat abadi dan tidak berubah dan tidak ada duanya serta tidak perlu diperbaharui setiap hari seperti halaman berita tadi. Halaman dengan sifat tidak akan kedaluwarsa, tidak perlu pembaruan, isinya tetap dan konsisten tanpa perlu diupdate inilah yang kita sebut dengan konten Statis.

Dari penjelasan diatas Anda bisa menentukan dasar pertimbangan kapan sebuah artikel harus dibuat menjadi post dan kapan harus dibuat menjadi page, karena penggunaan post dan pages yang tepat bisa mempengaruhi SEO on Page. Hal ini digunakan untuk menaikkan ranking blog atau web Anda dimata mesin pencari.

Perbedaan Antara Post Dan Page Pada WordPress

Setelah melihat penjelasan jenis artikel diatas, Anda seharusnya sudah bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa artikel dengan sifat dinamis ditulis menggunakan post dan artikel yang bersifat statis ditulis menggunakan pages.

POSTS

Jika Anda menggunakan WordPress sebagai blog, maka pastinya Anda akan menggunakan Posts untuk sebagian besar konten dalam situs Anda. Older posts diarsipkan berdasarkan bulan dan tahun. Seperti postingan artikel Anda yang banyak, maka pengguna harus semakin dalam menggali artikel Anda untuk menemukannya. Post sangat ideal digunakan untuk menulis content dinamis misalnya berita atau artikel yang sifatnya musiman dan mempunyai umur kedaluwarsa. Anda bisa menggunakan fitur category dan kata kunci (tags) untuk mengatur posting Anda dan mengelompokan artikel agar mudah diexplore oleh pembaca.

Karena posting WordPress diterbitkan dengan waktu dan tanggal, artikel akan terhubung juga melalui RSS feed. Hal ini bisa memudahkan para pembaca untuk berlangganan update posting terbaru melalui RSS feed. Posts mendorong pengunjung untuk berkomentar. Posts memiliki fitur built-in yang memungkinkan pengguna untuk mengomentari topik artikel tertentu.

PAGES

Pages ini dimaksudkan untuk menjadi statis “one-off” dan sebaiknya digunakan untuk menulis artikel yang tidak perlu pembaruan namun informasi yang terkandung didalam nya tetap valid sepanjang masa, contohnya seperti menulis contact, profile, kebijakan privasi, Terms & Conditions, about us dan sejenisnya yang tidak memerlukan pembaruan setiap hari. Sementara database WordPress menyimpan tanggal diterbitkan halaman. Pages tidak termasuk dalam RSS feed secara default. Pages tidak dimaksudkan untuk menjadi halaman yang di bicarakan atau dikomentari.

Keistimewaan page yang lain adalah bisa Anda jadikan atau diset sebagai home page untuk sebuah website sedangkan post tidak bisa. Sebagai tambahan pages juga tidak menyediakan fitur category dan kata kunci (tags).

Anda pasti tidak ingin pembaca untuk mengomentari halaman kontak Anda, atau halaman term and conditions Anda. Sama seperti Anda mungkin tidak ingin orang lain untuk tweet halaman kebijakan privasi Anda dalam banyak kasus. Dan dalam hal ini, page memang sangat berbeda, Anda bisa melakukan custom pada page dengan tampilan berbeda-beda, yang memungkinkan para pengembang untuk menyesuaikan tampilan berbeda pada setiap halaman atau page, dan kebanyakan Posts terlihat sama.

Apakah ada perbedaan dari segi SEO?

Pertanyaan seperti ini sering kali muncul saat membahas soal Page dan Post. Apakah mesin pencari seperti Google menganggap Post dan Page berbeda? Mana yang lebih unggul?

Jawabannya: tidak terlalu berpengaruh di mesin pencarian seperti Google.

Keduanya sama saja di mata mesin pencari. Tujuan menggunakan post dan page adalah agar memudahkan dan membuat nyaman pengunjung website. Bukan untuk mesin pencari.

Tapi ada satu pertimbangan, Post mengandung tanggal penerbitan. Untuk beberapa kata kunci yang butuh konten-konten yang sifatnya fresh, post yang tidak pernah diupdate selama bertahun-tahun mungkin peringkatnya akan turun. Sekali lagi, itu hanya untuk kata kunci yang butuh konten fresh.

Perbedaan Posts vs Pages

Anda bisa melihat perbedaan keduanya di bawah ini. Anda dapat menggunakan plugin atau potongan kode untuk memperluas fungsionalitas dari kedua jenis konten. Berikut adalah daftar dari perbedaan utama secara default.

  • Post untuk dikomentari sedangkan Pages tidak.
  • Post dapat dikategorikan sedangkan Pages adalah hirarkis.
  • Post termasuk dalam RSS feed sedangkan Pages tidak.
  • Pages memiliki fitur template kustom sedangkan Post tidak.
  • Post bersifat dinamis, sedangkan Page bersifat statis.
  • Post biasa digunakan untuk menulis konten blog, artikel, atau update berita terbaru.
  • Page biasa digunakan untuk menulis halaman profil, kontak, overview produk.
  • Page bisa digunakan sebagai homepate, Post tidak.

Meskipun Post dan Page seperti berdiri sendiri, namun keduanya saling melengkapi satu sama lain. Dengan saling menautkan link antar post dan page, maka akan terjadi simbiosis mutualisme dalam meningkatkan keterkaitan konten pada suatu website.

Demikian tutorial WordPress untuk pemula tentang perbedaan antara Post dan Page pada WordPress untuk keuntungan website kita. Jika Anda merasa ada yang masih bingung tentang hal ini, silahkan tuliskan tanggapan di bawah ini. Semoga bermanfaat.